Jumat, 30 September 2011

contoh makalah proposal tindakan kelas


Bab i
Pendahuluan
A.      Latar belakang
Penelitian tindakan merupakan pendekatan yang semakin banyak dipakai di Indonesia dalam rangka peningkatan kualitas layanan, terutama di bidang pendidikan.
Istilah penelitian tindakan sebenarnya pertama kali dilakukan oleh Kurt Lewin (1946) yang dipakai istilah Action Research. Lewin menggunakan istilah ini sebagai nama suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah yang berulang melalui daur spiral yaitu perencanaan (planning), tindakan (action) dan evaluasi (evaluation). Kegiatan ini dapat dipandang sebagai suatu penelitian karena kegiatan dilakukan secara cermat dan menghasilkan temuan-temuan yang bersifat ilmiah. Walaupun sejumlah ahli tidak mengategorikan sebagai suatu penelitian ilmiah.
Jenis penelitian tindakan paling banyak dilakukan untuk penelitian dalam kelas (classroom action research). Uji ketepatan cara tindakan mengajar dalam satu proses belajar mengajar, atau membandingkan pewnggunaan metode mengajar di kelas dan akan sangat efektif jika penelitian tindakan digunakan.
Cirri utama dari penelitian tindakan adalah tujuanya untuk mewmperoleh penemuan yang signifikas secara operasional sehingga dapat digunakan ketika kebijaksanaan dilaksanakan. Suatu pwenemuan yang menyatakan bahwa pembentukan modal padasuatu Negara tidak berkembang karena kebiasaan menyimpan emas, bukan suatu kesimpulan operasional. Akan tetapi suatu generalisasi dan kesimpulan penelitian yang menyatakan bahwa penolakan penggunaan kontraseptik disebabkan oleh penolakan istri karena ketakutan akan kesehatanya, adalah jenis penemuan yang operasional untuk kebijakan pemerintah secara langsung.


B.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan maslah dalam pembahsan selanjutnya adalah sebagai berikut :
1.       Bagaimana hakikat penelitian tindakan kelas
2.       Bagaimana pelaksanaan pewnelitian tindakan kelas







Bab ii
Pembahasan
A.      HAKIKAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Belakang anini penelitian tindakan kelas (PTK) SEMAKIN menjadi trend untuk dilakukan oleh para professional sebagai upaya pemecahan maslah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. PTKdilakukan dengan di awali oleh suatu kajian terhadap masalah  tersebut secara sistimatis. Hasil kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah dipakai sebagaimasukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses reflesi ini kemudianmelandasi upaya perbaikan dan poenyempurnaan rencana tindakan berikutnya.
Dalam bidang penddikan khususnya kegiatan pembelajaran PTK berkembangan sebagai suatu penelitian teerapan. PTK sangantbermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahaan PTK guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, buka kelas orang lain, denganmenerapkan berbagai ragam teori dan tehnik pembelajaran  yang relevan secara kreatif. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mnengangkat masalah-masalah actual yang dihadapi oleh giuru di lapangan.
Ada beberpa alasan mengapa penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan  suatu kebutuhan bagi guru unutk menoingkatkan profesionalitas seorang guru, dengan alasan sebagai berikut :
1.       PTK secara kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya.
2.       PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi professional
3.       Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam PTK guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melaui suatu kajian  dalam trerhadap apa yang terjadi di kelasnya.
4.       Pelaksanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya.
5.       Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu di tuntut untuk melaukakan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori tehnik pembelajaran sertabahan  ajar yang di pakai.
Penerapan PTK dalam pendiidkan dan pembelajaran mwemiliki tujuan untuk , memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesimnambungan sehingga meningkatkan mutu hasil intruksional, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensui pengelolaan intruksional serta menumbuhkan budaya memneliti pada komunitas guru.
Jenis penelitian ini dapa dilakukan di dalam bidang pengembangan, organisasi, manajemen, kesehatan atau kedokteran, pendidikan dan sebagainya. Di dalam bidang pendididkan penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro. Dalam usaha mikro misalnya dilakukan  di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada sautu mata kuliah.
Dengan dilaksanakan PTK berarti guru juga berkedudukan sebagai peneliti yang senantiasa bersediua meningkatkan kualitas kemampuan menagajarnya. Upaya peningkatan kualitas tersebut diharapkan dilakukan dengan sistematis, realistic, dan rasional yang disertai dengan meneliti semua aksi – nya di depan kelas sehingga gurulah yang tahu persis kekuranga-kekurangan dan kelebihan. Apabila di dalam pelaksanaan aksinya masih terdapat kekurangan dan dia akan bersedia mengadakan perubahan sehingga di dalam kelas yang menjadit tanggung jawab tidak terjadi permasalahan.
Berdasarkan uraina di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis, refleksi terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai dengan penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan  belajar mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Sementara itu dilaksanakan PTK diantaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan atau pengajaran yang diselenggarakan oleh guru/pengajar-peneliti itu sendiri, yang dampaknya diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang mangajal di kelas.

B.      PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1.       Tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas
Secara singkat  pada dasarnya penelitian tindakan kelas terdiri dari emapt tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi., namun sebelum tahapan ini  diawali oleh suatu tahapan pra penelitian tindakan kelas yang meliputi :
-          Identifikasi masalah
-          Analisis masalah
-          Rumusan masalah
-          Hipotesis tindakan
Tahapan pra penelitian tindakan kelas ini sangant esensial untuk dilaksanakan sebelum sesuatu rencana tindakan di susun, tanpa tahapan ini suatu proises penelitian tindakan kelas akan kehilangan arah dan arti sebagai suatu penelitian ilmiah. Tahapan –tahapan dalam penelitian tindakan kelasa antara lain :
a.       Perencanaan tindakan
Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan padatahapan pra penelitian tindakan kelas, encana tindakan di susun untuk menguji secara empiris hipotesis tindakan yang ditemukan. Rencana tindakan ini mencakup semualangkah tindakan swecara rinci. Segala keperluan pelaksaaan penelitian tindakan kelas, muali dari materi/bahan ajar dan instrumrn observasi/evaluasi, dipersiapkan dengan matang padatahapan perencaan ini.
Dalam tahapan ini perlu juga diperhitungkan segala kendala yang mungkin timbul pada saat tahap implementrasi berlangsung. Dengan melakukan antisipasi lebih dari yang diharapkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas dapat berlangsung denga baik sesuai dengan hjipotesis yang telah dilakukan.
b.      Pelkasanaan tindakan
Merupakan implementasi dari senua rencana yang telah di buat. Tahapan ini berlangsung di dalam kelas adalah realisasi dari segala teori pendidikan dan tehnik mengajar yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Langkah yang dilakukan guru tentu saja mengacu pada kurikulum yang berlaku dan hasilnya diharapkan berupa peningkatan efektifitas keterlibatan kolaborator sekedar untuk menbantu si peneliti untuk dapat lebih mempertajam refleksi dan evaluasi yang dilakukan terhadap apa yang terjadi di kelasnya sendiri.
c.       Pengamatan tindakan
Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan data yang dikumpulkan pada tahap inii berisistentang pelaksanaan tindakan dalam rencana yang sudah buat, serta dampaknya terhadap proses dan hasil inrtuksional yang dikumpulkan dengan alat bantu instrumen pengamatan yang dikembangkan oleh peneliti.
Dalam melaksanakan observasi dan evaluasi guru tidak harus selalu bekerja sendiri. Guru bisa di bantu oleh pengamat dari luar (sejawat atau pakar). Dengan kehadiran  orang lain dalam penelititan  ini peneliti tindakan kelas yang dilaksanakan menjadi bersifat kolaboratif.
d.      Refleksi terhadap tiundakan
Merupak tahapan untuk memproses data yang di dapat pada saat dilakukan pengamatan (observasi). Data yang di dapat kemudian di tafsirkan dan di cara eksplansi, dianalisis dan disintesis.dalam proses pengkajian data ini dimungkinkan untuk melibatkan orang luar sebagai kolaborator, seprti halny pada saat observasi. Keterlibatan kolaborator sekedar untuk menbatu peneliti untuk dapat lebih tajam melakukan refleksi dan evaluasi. Dalam proses refleksi ini segala pengalaman, pengtahuna dan teori intruksional yang dikuasai dan reklevan dengan tindakan kelas yang  sdilaksnakan sebelumnya, menjadi bahan pertimbangan dan perbang\dingan sehingga dapat di tarik suatu kesimpulan yang mantap dan sahih..
Demikian secara keseluruhan keempat tahapan dalam penelitiantindakan kelas ini membentuk suatu siklus. Siklus ini kemudian diikuti oleh siklus-siklus lain secara berkesinambungan seperti sebuah spiral.

2.       Langkah dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas
-          Judul penelitian
Judul endaknya mencerminkan permasalah n poko yang akan dipecahkan, sedapat mungkin mengandung unsur variabel utama yang diteliti. Judul harus deklaratif, singkat , jelas (8 sampai 10 kata) dan tidak memberi kemungkinan penafsiran yang bermacam-macam.
Setelah judul dilanjutkandengan halam pengesahan proposal penelitian tindaka kelas yang berisi tentang hal-hal yang berkenaan dengan judul penelititna (judul, bidang ilmu dan kategori penelitian), ketua penelitia, jumlah penelitia (nama, jenis kelamin, golongan/pangkat, jabatan, dan satmingkat), lokasi penelitian, kerja sama dengan instansi lain, waktu penelitian, serta bniaya yang diperlukan.
Contoh judul :
1.       Peningkatan keterampilan menulis bahasa inggris di  SMU melaui pendekatan proses
2.       Optimalisasi instrukssional matematika pengorganisasi tugas terstruktur dan kuis pada siswa kelas II SLTP 1 BELO.

-          Isi proposal
BERIai latar belakang  dan identifikasi permasalahan yang pada pokoknya menguraikan konteks permasalahan , pentingnya masalah itu diteliti dan manfaat yang diharapkan dari temuan penelitian jika pelaksanaan selesai. Secara garisbesar isi proposal penelitian adalah sebagai berikut :
A.      Pendahuluan
B.      Perumusan masalah
C.      Kajian pustaka
D.      Tujuan penelitian
E.       Kontribusi penelitian
F.       Metode penelitian
G.     Personalia penelitian
H.      Rencana pembiayaan penelitian
I.        Jadwal kerja
J.        lampiran
3.       Kepada siapa hasil penelitian tindakan kelas di laporkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar